Tabik!

Tabik, sebuah kata yang baru kukenal dari membaca karya Bang Fiersa, yang artinya adalah suatu ungkapan untuk memberi salam. Akhir-akhir ini aku senang membaca memang. Dan sejak senang membaca, entah mengapa aku jadi senang menulis juga. Menulis banyak hal, tentang kebahagiaan, kekecewaan, pencapaian, hingga mungkin hal remeh-cemeh yang tiba-tiba muncul di angan.

Menulis ternyata menyenangkan: cukup melegakan dan menghibur hati yang kesepian. Kita bisa tersenyum saat membaca lagi tulisan kita. Entah senyum malu, bahagia, atau gumam “kok tulisanku sebodoh ini ya”. Meskipun seringkali menulis membuat frustrasi karena ide mentok di tengah tulisan atau bingung pilihan kata yang harus aku gunakan. Hehe.

Lebih jauh dari sekadar hiburan, semoga tulisanku bisa memberi kebermanfaatan. Manfaat untukku, dan untukmu. Serta untuk siapa saja yang membacanya. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberi manfaat untuk sekitarnya, ya?

Akupun sadar. Tak jarang orang akan berprasangka atas tulisanku, kucoba untuk tak hiraukan itu. Terserah akan dibilang pencitraan, kurang kerjaan, bentuk kesombongan, atau apalah itu toh itu hanya dugaan. Biarkan mereka yang banyak menduga. Kamu, jangan.

Ah, sepertinya terlalu panjang jika tulisan ini dianggap sebagai salam pembuka. Bingung juga sebenarnya poinnya apa. Yang jelas, Assalamu’alaikum warahmatullah┬ádan semoga tulisan-tulisanku bisa memberi kebermanfaatan. Kemudian, kamu jangan ragu untuk menghubungiku jika ada saran, kritik, masukan, atau hanya sekadar ingin memberi kabar, ya! Kamu bisa sapa aku di instagram @suryoyok atau email adirakhmawan@gmail.com

Masih dalam kondisi sendiri,
Pelaihari, 27 September 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *