Jangan Mau Ditipu Sosial Media

Sosial media itu rumit, ya?

Hanya satu jam dua jam di depannya, namun sakit hati berhari-hari rasanya. Hanya sekali dua kali scroll di akun teman, tapi iri dengan dengki muncul tak tertahankan.

Pernah mengalaminya? Mendekatlah kesini, kawan. Kalau boleh aku ingin bicara padamu, dari hati ke hati.

Mereka mungkin bergelimang prestasi dunia dan bertumpuk pencapaian diri, namun apa yang dibaliknya? Kita tak mengetahui sepenuhnya. Bisa saja untuk meraih pencapaiannya, dia rela korbankan waktu tidurnya, sehari hanya tidur 3 jam, 2 jam, atau bahkan begadang untuk dapat mengejar targetnya.

Mereka mungkin terlihat riang gembira bisa berkelana kemana-mana, namun apa dibaliknya? Kita tak memahami sepenuhnya. Bisa saja dia harus menabung berbulan-bulan untuk bisa mengumpulkan ongkos, rela memangkas pengeluaran agar bisa meraih keinginan.

Iya, begitu perjuangan mereka. Terasa. Hanya saja mereka tak pernah menceritakannya, apalagi menunjukkan di sosial media.

Sedangkan dirimu? Sudah keras mencoba tapi masih disitu-situ saja. Sudah mencoba berprestasi, tapi gagal tak terelakkan. Sudah mencoba terlihat hidup bahagia, tapi malah semakin menyakitkan.

Kau tahu, apa nasihatku?

“Sudahlah, syukuri saja, kawan…”

Bisa saja Allah memang takdirkan dirimu untuk menjadi biasa-biasa saja, untuk menjagamu. Karena kalau kau menikmati indahnya prestasi dan merasakan gemerlap gembira seperti temanmu, kau tak bisa menjamin dirimu terbebas dari pamer dan angkuh, bukan? Kau belum tentu sekuat temanmu menahan sifat negatif itu.

Bisa saja Allah memang takdirkan dirimu untuk terus menerus mencoba, untuk melihat bagaimana upayamu dan sampai mana usahamu untuk menggantungkan asa pada-Nya. Agar nanti ketika kau meraih apa yang kau impikan, hatimu sudah siap dengan segala kemungkinan; Teman yang merasa iri hingga mereka berkata begitu dan begini.

Dan satu lagi, apalah artinya prestasi bertumpuk-tumpuk banyaknya, atau merasakan gembira yang tak ada habisnya, jika hanya berujung pada dosa. Malah horror kan ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *