Bagimu mungkin sepele, tapi tidak bagiku

Kuusap air mata seberes menulis artikel ini. Iya, rasanya sedrama itu jika mengingat betapa luka di masa kecilku masih membekas hingga kini. Banyak orang mungkin menganggap ini sepele, namun bagi seorang Suryo kecil, bully-an itu membekas dan menggoreskan luka yang dalam. Sudah lama cerita ini kupendam sendiri. Paling, hanya beberapa kali ketika hati sudah tak dapat lagi menampung beratnya celaan, aku hanya bisa menangis dan berbisik pada-Nya “Ya Allaah…”

Begini ceritanya. Tahun 2003, Indonesia diramaikan dengan sinetron hits “Si Yoyo” yang tayang di RCTI pada pukul 20.00 WIB. Aku masih ingat betul, banyak dari kita yang bersiap menontonnya seusai salat isya. Bagi banyak orang, si yoyo yang memiliki keterbelakangan mental menjadi guyonan yang sangat menghibur, tapi tidak bagiku. Lanjutkan membaca Bagimu mungkin sepele, tapi tidak bagiku